Sejak tanggal 2 hingga 5 Februari 2013, sebanyak seratus lima puluh siswa dan siswi SMA Santo Yoseph kelas XI mengikuti kegiatan live-in di dusun Jaten, Sedayu, Jogjakarta. Dusun yang berpenduduk 150 kepala keluarga dengan 700 jiwa ini umumnya buruh tani, membuat sarang burung dari bambu dan pekerjaan sederhana lainnya. Pada acara pembukaan live-in (02/02/13) hadir para pejabat setempat. Selama disana, para siswa tinggal di 50 rumah kepala keluarga yang tersebar di dusun itu. Mereka ikut dalam kegiatan keseharian penduduk setempat. Kepala SMA Santo Yoseph, Bapak T Susiantara saat menutup kegiatan ini berharap, kegiatan yang sama di tahun mendatang dapat berjalan lebih baik lagi. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk lebih mandiri, siap menghargai hidup dalam berbagai keadaan dan selalu berjuang untuk masa depan yang penuh pengharapan,” katanya. Sebelum meninggalkan Jogjakarta, para peserta menyempatkan diri mengunjungi obyek wisata menarik di Jogjakarta.
Foto lainnya klik link ini : https://plus.google.com/u/0/photos/107343570344068689761/albums/5842073930716090673
Live-in SMA Santo Yoseph
Kegiatan Live-in Siswa Kelas XI SMA Santo Yoseph
Kondisi Sekolah Santo Yoseph
Selamat Hari Natal 2012 dan Tahun Baru 2013
Ucapan Selamat
Santo Yoseph Jakarta, Bogor dan Bekasi
KB-TK-SD Santo Yoseph Harvest City, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat
Kepala SMA St Yoseph Menghadiri Seminar di Singapore
Kepala SMA Santo Yoseph, Bapak T Susiantara, tanggal 10 hingga 12 Oktober 2012 berada di Singapore untuk mengikuti beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan. Bersama sekitar 50 pimpinan SMA negeri dan swasta memenuhi undangan Universitas Bina Nusantara Jakarta untuk menghadiri seminar, studi banding dan mengunjungi Microsoft Singapore.
Orang Muda Harus Tetap Optimis
“Orang Muda Harus Selalu Optimis”. Begitulah kira-kira, Linda Permatasari menyampaikan pesan untuk ratusan adik-adik se- almamaternya pada acara “Career Day 2012” di SMA Santo Yoseph, Rabu 03 Oktober 2012. Pesan itu bukan tanpa alasan. Pasa lnya, Linda yang tunanetra sejak usia Sekolah Dasar karena jatuh, akhirnya dapat menyelesaikan pendidikan S-1 nya (Sarjana Hukum) pada sebuah universitas terkenal di Jakarta. Sempat kecewa dan patah semangat ketika ditolak masuk ke beberapa SMA di Jakarta. Hanya karena ia tunanetra. Sampai akhirnya bisa lulus SMA Santo Yoseph 1995 dan selesai S-1 1999. Dengan semangat dan optimisme yang tinggi, ibu dari Andrew (5 tahun) ini akhirnya dapat sukses seperti sekarang. Banyak membagikan pengalaman iman dan usaha kecil-kecilan. Pesannya adalah orang muda jangan mau dikuasai teknologi, mampu membagi waktu dengan baik dan menghargai setiap peluang yang ada. Dan jangan lupa banyak doa. Bagaimana dengan anda orang muda?



